Wabah virus Corona yang telah menyebar hingga ke 118 negara, termasuk Indonesia, membuat WHO (World Health Organization) menetapkannya sebagai Pandemi Global di pertengahan bulan Maret lalu. Bersumber dari situs resmi yang dibuat pemerintah: covid19.go.id, per 23 Maret 2020 di Indonesia telah terjadi 579 kasus positif, dengan total pasien sembuh 30 orang dan pasien meninggal sebanyak 49 orang.

Selain banyak merenggut korban jiwa, wabah Corona juga berdampak pada banyak hal termasuk perekonomian global yang otomatis berpengaruh pada kondisi ekonomi di Indonesia. Di industri penerbangan contohnya, sudah banyak maskapai yang memutuskan untuk menutup lebih dari 50% rute penerbangannya dan melakukan layoff karyawannya. Hal ini berkaitan dengan penyebaran virus Corona yang dapat menular melalui kontak langsung antar-manusia, terutama lewat batuk dan bersin.

Nggak cuma bikin orang takut bepergian, kondisi ini juga membuat banyak negara akhirnya memberlakukan aturan travel ban hingga lockdown. Otomatis, tingkat permintaan dan penjualan tiket penerbangan juga menurun sangat drastis, termasuk juga aktivitas ekspor dan impor. Meski belum sampai di tahap lockdown, di Indonesia sendiri guncangan ekonomi akibat Corona sudah cukup terasa sebab sejak dua pekan lalu pemerintah menghimbau untuk melakukan social distancing #dirumahaja. Bagi pedagang kecil-kecilan terutama, kondisi ini tentunya sangat berimbas pada pendapatan mereka.

Bagaimana dengan kamu?

Belum ada prediksi kapan kondisi ini akan mereda atau selesai. Jadi, berhemat-hemat menggunakan uang sangat dianjurkan. Selain itu, jika kamu berencana melakukan 5 hal berikut, sebaiknya segera tunda demi kebaikan diri sendiri dan juga banyak orang.

Mengajukan pinjaman cepat untuk aktivitas konsumtif

Selain untuk dana darurat atau kebutuhan mendesak, mengajukan pinjaman cepat untuk aktivitas konsumtif sangat tidak disarankan sampai kondisi wabah ini mereda. Misalnya: pesta pernikahan, pesta ulang tahun, traveling, KPR, kredit kendaraan, dan sejenisnya. Sebab, hal ini berisiko untuk kondisi keuangan. Akan jadi sedikit lebih ringan menjalani kondisi saat ini tanpa adanya beban keuangan baru. Jadi, uang yang saat ini kamu miliki dapat digunakan untuk hal-hal yang jauh lebih penting sekaligus berjaga-jaga untuk kondisi mendesak seperti kebutuhan rumah sakit.

Kalaupun harus mengajukan pinjaman untuk kebutuhan darurat, pilih pinjaman cepat yang bunganya paling rendah. Untuk kategori fintech, ada Kredivo yang suku bunganya hanya 2,95% per bulan untuk pinjaman mulai dari 500 ribu & maksimal s.d Rp 30 juta, dengan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Kredivo juga memiliki fasilitas kredit tanpa bunga alias 0% untuk transaksi bayar dalam 30 hari. Selain pinjaman cepat mini atau jumbo yang ada di aplikasi Kredivo, transaksi bayar dalam 30 hari tanpa bunga juga sangat bisa membantu di kala darurat. Misalnya untuk beli pulsa, token listrik, paket data, sampai beli kebutuhan pokok di ratusan e-commerce rekanan Kredivo seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dsb.

Jika tertarik menggunakan Kredivo, maka kamu perlu daftar lebih dulu dengan mengunduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Pastikan kamu: adalah WNI berusia minimal 18 tahun, berpenghasilan tetap minimum Rp 3 juta per bulannya, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Resign dari pekerjaan

Kondisi ekonomi yang menurun juga menyebabkan sebagian perusahaan melakukan pembekuan sementara pada aktivitas hiring karyawan baru. Bagi kamu yang saat ini ada di posisi aman dalam hal pekerjaan, bersyukurlah. Apalagi kalau industri pekerjaanmu termasuk yang tidak terlalu kena dampak dari wabah Corona. Jika memiliki hasrat ingin resign dengan tujuan mencari kesempatan baru, gaji lebih tinggi atau jabatan, atau hal lain yang urgensinya rendah, sebaiknya tunda dulu sementara sampai kondisi stabil. Jangan gegabah apalagi tergiur dengan iming-iming gaji lebih tinggi dari perusahaan lain. Status karyawan baru di perusahaan baru di tengah keadaan seperti sekarang bisa dibilang cukup riskan. Sebab, kamu belum akan tahu bagaimana nasib atau kondisi perusahaan tersebut ke depannya.

Traveling domestik maupun mancanegara

Sudah punya tiket pesawat untuk traveling domestik atau internasional dalam bulan-bulan dekat ini? Sebaiknya segera batalkan dan ajukan permohonan refund tiket ke maskapai terkait. Terutama jika perjalanan dilakukan di bulan April hingga Juni. Selain ancaman virus yang masih nyata, jangan lupa bahwa banyak negara sudah menerapkan travel ban hingga lockdown. Kalau tetap maksa traveling, nggak cuma berisiko tinggi tertular virus, travelingmu juga bakal nggak menyenangkan karena sudah banyak tempat ditutup. Plus suasana akan jadi sepi sebab jumlah turis berkurang drastis dan warga lokal berdiam diri di rumah. Lagi pula, menjalani tahun ini tanpa pergi liburan, nggak akan mengikis eksistensimu, kok!

Resepsi pernikahan

Belakangan beredar kabar viral di media sosial bahwa ada keluarga pengantin yang ‘terpaksa’ membagikan ratusan porsi makanan catering sebab tamu undangan yang datang jumlahnya sangat jauh dari total yang diundang. Sudah dibagikan ke mana-mana (lokasi sekitar) pun jumlah makanannya masih tetap banyak. Kalau terlalu lama, tentu bisa jadi basi dan akhirnya uang yang dikeluarkan jadi sia-sia. Belajar dari kasus tersebut apabila kamu sudah terlanjur merencanakan resepsi pernikahan namun masih bisa ditunda atau bahkan dibatalkan, adalah sebuah ide yang baik. Utamanya, selain mencegah penyebaran virus lebih banyak, uang yang kamu keluarkan untuk resepsi juga akan jadi lebih efektif dan bermanfaat.

Memulai bisnis

Dampak ekonomi yang menurun karena Corona jelas begitu terasa bagi orang-orang yang memiliki bisnis. Tapi, nggak semua jenis bisnis mengalami guncangan, ada juga yang naik drastis penjualannya seperti apotek, bisnis masker, sampai frozen food. Kalau kamu punya ide bisnis yang mau dieksekusi saat ini, sebaiknya pertimbangkan ulang agar modal yang dikeluarkan tidak sia-sia. Kecuali, kalau bisnis yang mau dijalankan bisa mendukung kondisi yang ada sekarang. Misalnya: bisnis katering makanan dengan jasa antar gratis, mengingat saat ini sedang social distancing.

Yuk hemat-hemat dan jaga kesehatan selalu!